[Flash Fiction] Deja Vu

April 6, 2010 § Leave a comment

Di mana tangga batu berlumut itu?

Jalan setapak di bawahku masih basah. Kabut dini hari belum beranjak, mengaburkan pandanganku. Dan udara dingin sekali.

Tidak ada manusia lain. Hanya bunyi serangga sisa semalam, dan suara napasku yang lambat-lambat. Aroma hutan di tepi desa ini membuatku bergetar. Tubuhku meremang. Aku terus bergerak, mencari tangga batu berlumut.

Lantas sayup-sayup kudengar suara itu.

Degup jantungku kian berpacu. Dan aku melihatnya. Anak-anak tangga berjumlah tujuh. Dari batu alam yang berselimut lumut. Mataku memanas, tangga itu masih seperti dulu. Kutapaki perlahan, menuju suara-suara jernih memecah subuh.

Selimut kabut membayangi sebuah langgar kecil, dengan sinar lemah sebuah lampu tempel di dinding kayunya. Satu-dua-lima wajah bening di atas lembaran mushaf. Aku mengenali pendar sisa air wudhu di raut para bocah itu. Hatiku nyeri oleh rasa rindu.

Aku masih mengenalinya….bisa merasakannya…

“Status, Dok?”

“Belum stabil. Tapi cenderung membaik.”

“Dia orang terkenal lho, Dok.”

“Oh ya? Artis? Saya jarang nonton berita gosip.”

“Wah, Dokter nebaknya artis. Memang cantik ya, Dok? Bukan. Dia perancang busana kondang, Dok. Padahal denger-denger, asalnya dari desa. Nggak ada yang nyangka dia bisa jadi orang ngetop di ibukota.”

“Itu namanya rezeki. Tolong taruh ini di sana.”

“Baik, Dok. Eh, tapi ironis juga ya Dok. Dia kena serangan jantung waktu menghadiri peragaan busana.”

Senandung ayat terdengar sayup-sayup.

Tuhan, aku masih ingin kembali.

(by nita)

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [Flash Fiction] Deja Vu at Little Cubicle.

meta

%d bloggers like this: