[Flash Fiction] Ingin

March 10, 2010 § Leave a comment

Agung muncul dari dalam sekretariat kampus.

“Hai Agung,” sumringah suara Alin. Memasang senyum paling manis.

“Oh.. hai,” Agung melintas, masih jutek teringat nilai D Mekanika Fluida-nya.  Sialan. Kutukan sebelum-ngulang-tiga-kali-gak-bakal-lulus-mata kuliah ini sepertinya mulai berlaku padanya.

“Lagi sibuk ya, Gung?” suara Alin masih cerah. Meski pipinya mulai pegal tersenyum. Tapi memang susah tak tersenyum di dekat Agung,. Cowok penghias mimpinya.

“Gung,” Alin agak terengah mengikuti cowok jangkung yang terus melaju itu. “Engg… catatan Statistika Dasar-ku sudah selesai?”

“Catatan apa?” Agung kini mengeluarkan hape dan sibuk mengetik SMS. Masih bete. “Oh, bukumu yang itu. Udah sih, tapi dipinjam Haris, eh atau Eko? Aku lupa. Tanya mereka sajalah…”

Agung sibuk ber-SMS. Alin masih berdiri. Besok ada ujian. Dan dia belum belajar sama sekali. Dan catatannya entah di mana.

Juga hatinya .

(by nita)

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [Flash Fiction] Ingin at Little Cubicle.

meta

%d bloggers like this: